Beranda > Artikel > Pemotongan PPh Pasal 23

Pemotongan PPh Pasal 23

Ada pertanyaan mengenai kapan saat terutangnya PPh 23 (selain saat dibayarkan) ini sudah dua kali dipertanyakan :

Pendapat Pertama:

Bahwa sesuai dengan UU PPh Pasal 23 : Ketentuan pemotongan pada saat “terutang” sesuai UU PPh lama sudah dihapuskan dan diganti sesuai UU PPh baru menjadi :

  • Saat disediakan untuk dibayarkan, dan
  • Atau telah jatuh tempo pembayarannya

Adapun alasan perubahan tersebut menurut bahan sosialisasi UU PPh baru dari Dirjen Pajak adalah karena :

“Pengakuan beban biaya dalam pembukuan (akhir tahun buku) tidak menjadikan timbulnya kewajiban pembayaran atau hak atas suatu penghasilan”.Namun sayangnya dalam Penjelasan UU PPh pasal 23 mengenai hal ini tidak dijelaskan lebih lanjut.

Meskipun sudah diakru dalam pembukuan, pemotongan PPh pasal 23 tetap dilakukan pada saat dibayarkan (Cash Basis), kecuali atas dividen yang sudah dideclare maka harus dilakukan pemotongan 23 karena dianggap sudah tersedia untuk dibayarkan sedangkan atas biaya bunga/atau biaya lainnya yang sudah jatuh tempo maka harus dilakukan pemotongan pada saat jatuh tempo tersebut.

Dengan dihapuskannya sata pemotongan pada saat “terutang” pada UU PPh baru ini menginidikasikan bahwa pemerintah ingin memberikan insentif agar tidak memberatkan WP karena harus menanggung dulu pajak yang seharusnya menjadi beban penerima penghasilan.

Pendapat Kedua:

Bahwa jika telah diakui dalam pembukuan (dianggap telah tersedia utk dibayarkan) maka PPh 23 harus dipotong (akrual basis, konservatif), hal ini karena berdasarkan PP 138 tahun 2000 yang belum ada pengagantinya, berbunyi : “Pemotongan Pajak Penghasilan oleh pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 UU PPh, terutang pada akhir bulan dilakukannya pembayaran atau akhir bulan terutangnya penghasilan yang bersangkutan, tergantung peristiwa yang terjadi terlebih dahulu”.

Berdasarkan penjelasan PP 138 tsb, Pasal 8 : PP tersebut yang bunyi lengkapnya sebagai berikut : ” Ketentuan ini mengatur tentang batas waktu pelaksanaan kewajiban pemotongan dan pemungutan pajak atas penghasilan sebagaimana diatur dalam Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, dan Pasal 26 Undang-undang Pajak Penghasilan yang dikaitkan dengan saat pembayaran atau saat terutangnya penghasilan. Saat terutangnya penghasilan tersebut lazimnya adalah pada saat jatuh tempo (seperti : bunga dan sewa), saat tersedia untuk dibayarkan (seperti : gaji dan dividen), saat yang ditentukan dalam kontrak/perjanjian atau faktur (seperti : royalti, imbalan jasa teknik/jasa manajemen/jasa lainnya), atau saat tertentu lainnya. Saat terutangnya penghasilan tersebut juga ditentukan berdasarkan saat pengakuan biaya sesuai dengan metode pembukuan yang dianut oleh pihak yang berkewajiban memotong atau memungut Pajak Penghasilan. Pada prinsipnya, saat yang menentukan kapan kewajiban pemotongan dan pemungutan Pajak Penghasilan harus dilaksanakan adalah mana yang lebih dulu terjadi, saat pembayaran atau saat terutangnya penghasilan. Untuk kemudahan, pelaksanaan pemotongan pajak dapat dilakukan pada saat terjadi pembayaran, walaupun sesuai dengan ketentuan saat terutangnya pemotongan pajak tersebut terjadi pada akhir
bulan pembayaran. Jadi intinya : Akrual basis.

Kabarnya ada Surat (S) yg terbaru yang menyatakan bahwa apabila sudah dibiayakan, maka PPh 23 hrs dipotong. Namun Surat tsb blm ketemu, kalau ada yg punya Surat tsb mohon dishare. sumber : afdalzikri.wordpress.com

About these ads
  1. andre
    23 Maret 2011 pukul 10:10

    salut atas tulisannya

    saya pernah kena kasus seperti ini untuk jasa auditor per desember 2008, yang kami bayar dan potong di bulan mei 2009.
    pada saat pemeriksaan tahun 2008, kami kena skpkb untuk jasa audit des 2008. karena ssp nya mei 2009. kalau sspnya des 2008, mungkin bisa dinego tetapi kena bunya 2%.
    padalah untuk tahun-tahun sebelumnya juga diperiksa tidak ada masalah, mungkin tergantung sama pemeriksanya ya..

    thank
    andre

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: