Beranda > Berita Pajak > Pengusaha Khawatir Masa Transisi

Pengusaha Khawatir Masa Transisi

Undang-Undang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD) mulai berlaku efektif awal tahun depan. Tapi, pelaku usaha mengaku mulai khawatir dengan pemungutan pajak dan retribusi yang dilakukan Pemerintah daerah (pemda) selama masa transisi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi bilang, masa transisi merupakan periode paling kritis dan krusial. Soalnya, “Masih banyak peraturan daerah (perda) penghambat investasi yang tidak sesuai dengan UU PDRD, bahkan ada yang sudah dibatalkan Pemerintah pusat, tapi masih diterapkan pemda,” katanya, Selasa (25/8).

Contohnya, saat ini, pengusaha alat berat di Kalimantan Timur masih resah. Sebab, mereka masih membayar beban pungutan, padahal perda yang mengatur pajak alat berat sudah batal. Nah, Sofjan mengatakan, persoalan perda lama tersebut masih menjadi masalah. Itu sebabnya, ia meminta Pemerintah Pusat bisa mengatur dengan tegas.

Hanya, Sofjan menambahkan, sebetulnya permasalahan tidak hanya berhenti pada masa transisi. Tapi juga saat awal pemberlakuan UU PDRD yang akan memberi kewenangan lebih besar kepada daerah. Dia khawatir, pemda akan serampangan dalam mengimplementasikan beleid itu dengan cara menerapkan langsung tarif pajak dan retribusi maksimum.

Padahal idealnya, pungutan tarif maksimal tersebut berlaku secara bertahap selama tiga tahun. “Sumber daya manusia pemda kan kurang. Nanti, dia main maximize saja,” ujar Sofjan yang juga Ketua Pembina Komite Pengawasan Kebijakan Otonomi Daerah (KPPOD).

Direktur Eksekutif KPPOD Agung Pambudhi juga cemas dengan lemahnya mekanisme kontrol dan pengaturan pajak serta retribusi daerah. Karena itu, “Pemerintah segera membuat aturan pelaksana UU PDRD sebagai petunjuk operasional di daerah,” katanya.

Menurut Direktur PDRD Departemen Keuangan Budi Sitepu, Pemerintah sedang menyiapkan aturan pelaksana, antara lain, tiga Peraturan Pemerintah dan empat Peraturan Menteri Keuangan. Sumber : kontanonline

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: