Beranda > Berita Pajak > Profesional Masih Belum Taat Pajak

Profesional Masih Belum Taat Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menegur kaum profesional agar lebih taat membayar pajak. Ditjen Pajak menilai, tingkat kepatuhan warga negara yang punya penghasilan besar dari profesinya masih tergolong rendah.

Profesi apa pun, menurut Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo, tingkat kepatuhannya sebagai wajib pajak sama saja. “Secara umum, ketaatannya baru mencapai 40%,” ujarnya seusai acara buka bersama di Ditjen Pajak, Selasa (8/9) malam.

Maka, Tjiptardjo menegaskan aparat pajak tetap akan mengecek kepatuhan pembayaran pajak kaum profesional melalui program intensifikasi pajak. “Profesi apa pun bisa kena kalau datanya nanti diperiksa. Itu namanya intensifikasi,” tuturnya.

Di hadapan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan asosiasi profesi, Tjiptardjo mengingatkan lagi perihal perlunya kepatuhan membayar pajak. Ia bahkan berusaha menyentuh hati nurani mereka yang hadir dengan menampilkan foto-foto dan video rakyat miskin. “Potret ini perlu kita perhatikan karena masih banyak saudara-saudara kita yang miskin,” katanya.

Soalnya, menurut Tjiptardjo, sebagian dari hasil dari pengumpulan pajak dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, selain untuk membiayai program pembangunan.

Bukan hanya menampilkan foto-foto yang menyentuh perasaan, Tjiptardjo juga menampilkan contoh Surat Pemberitahuan Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi yang termasuk orang kaya dan masih salah dalam pengisian. Sebagian juga tak melaporkan dengan jujur. “Sekarang ada gempa, saya diam-diam mencatat, siapa yang sedang menyumbang Rp 1 miliar dan Rp 5 miliar. Bagaimana SPT-nya nanti,” imbuhnya.

Kritik mengenai rendahnya kepatuhan kaum profesional membayar pajak tidak membuat Persatuan Artis Sinetron Indonesia (Parsi) gusar. Selama ini artis sinetron yang tergabung di Parsi mengaku taat membayar pajak. “Produser langsung memotong 15% dari kontrak artis,” ujar Anwar Fuady, Ketua Umum Parsi.

sumber : kontanonline

Kategori:Berita Pajak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: