Beranda > Berita Pajak > Ditjen Pajak Menyelesaikan Indikator 50 Sektor Usaha

Ditjen Pajak Menyelesaikan Indikator 50 Sektor Usaha

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak semakin fokus mendorong kepatuhan pembayaran pajak, khususnya wajib pajak (WP) badan. Saat ini, Ditjen Pajak telah menyiapkan indikator penguji atau benchmark pembayaran pajak untuk 50 sektor usaha.

Direktur Jenderal Pajak, Mochamad Tjiptardjo menjelaskan, dengan indikator ini, Ditjen Pajak bakal semakin mudah mendeteksi apakah WP badan melakukan rekayasa dalam menetapkan kewajiban pajaknya, atau tidak. “Ini sebagai alat pantau, semacam early warning system,” ucapnya, akhir pekan lalu.

Maklum saja, sistem perpajakan kita menganut prinsip self assessment. Wajib pajak sendiri yang harus menghitung, melaporkan, dan membayar kewajiban pajaknya. Dengan prinsip perpajakan seperti itu, petugas pajak perlu memiliki pegangan baku untuk menilai laporan WP.

Menurut Tjiptardjo, ke depan, semua sektor usaha bakal memiliki benchmark. Sebagai langkah awal, Ditjen Pajak telah menyelesaikan pembuatan dan penyempurnaan benchmark terhadap 50 sektor usaha.

“Selain rumah sakit dan jasa konstruksi, ada pula industri sawit, batubara, dan angkutan baik darat, laut, maupun udara,” sambungnya.

Menurut Tjiptardjo, pembuatan indikator pelaporan pajak di beberapa sektor usaha merupakan langkah awal untuk mendorong ketaatan wajib pajak. Apalagi, selama ini, setoran pajak dari sektor usaha telah memberikan andil besar dalam penerimaan negara di sektor pajak.

Setelah menentukan benchmark, selanjutnya Ditjen pajak bakal melakukan uji coba pemantauan kepatuhan wajib pajak sektor usaha itu tahun ini juga. Pemerintah berharap, tingkat ketaatan wajib pajak ikut naik. “Kalau (pembayaran pajak) wajib pajak sudah bagus, kita tidak akan utik-utik lagi,” kata Tjiptardjo.

Anggota Komisi Keuangan DPR yang juga menjadi Ketua Panitia Khusus RUU Perpajakan Melchias Markus Mekeng mengatakan, DPR menyambut baik inisiatif yang diambil Ditjen Pajak tersebut. “Hanya saja, ukuran yang dipakai Ditjen Pajak dalam menentukan benchmark harus jelas,” katanya singkat.

Maksud kejelasan itu, menurut Melchias, variabel yang dipakai sebagai dasar benchmark harus memiliki landasan dan sesuai kondisi sektor usaha secara umum. kontanonline.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: