Beranda > Berita Pajak > Stimulus PPh Untuk Karyawan

Stimulus PPh Untuk Karyawan

Masa berlaku program stimulus pembebasan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 untuk karyawan dengan gaji sampai Rp 5 juta sebulan tinggal dua bulan lagi. Namun, Direktorat Jenderal Pajak mencatat, sampai akhir September 2009, bujet stimulus PPh yang terpakai baru Rp 55 miliar atau 0,8% dari anggaran Rp 6,5 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo menyatakan, bujet stimulus itu tak terpakai karena banyak perusahaan malas mengurus pembebasan pajak buat pekerja mereka. Soalnya, tahun lalu, banyak pengusaha yang memotong gaji karyawannya dengan alasan krisis keuangan global. Nah, tahun ini, jika memanfaatkan stimulus pembebasan PPh itu, pengusaha malah memberikan tambahan gaji. Padahal, kodisi ekonomi masih krisis. “Pengusaha menganggap ini akan menimbulkan kecurigaan karyawan. Dan, itu tentu saja akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi hubungan antara pengusaha dan pekerja,” kata Tjiptardjo, akhir pekan lalu.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Eddy Abdurrahman menambahkan, pengusaha juga tidak mau mengurus insentif perpajakan tersebut karena takut tahun depan kebijakan itu tidak ada lagi. Risikonya, “Mereka tetap ditagih oleh karyawannya,” ujarnya.

Sayang, Tjiptardjo tidak mengungkap berapa jumlah perusahaan yang sudah memanfaatkan fasilitas pembebasan PPh 21 untuk pegawainya itu.

Catatan saja, stimulus pajak ini hanya berlaku untuk masa pajak Februari hingga November 2009. Total, ada 471 subsektor dari 26 sektor industri yang bisa menikmati insentif pajak itu. Ambil contoh, otomotif, elektronik, dan tekstil.

Sebetulnya, ada sanksi bagi pengusaha yang tidak memberikan potongan PPh 21. Peraturan Direktur Jenderal No. PER-22/PJ/2009 tentang Pelaksanaan Pemberian PPh 21, mengacu UU No. 28/ 2007 tentang Tata Cara Perpajakan, menyebut, selain akan menagih pajak, Pemerintah juga akan mengenakan sanksi denda sebesar 50% dari PPh 21 yang tidak atau kurang dibayarkan ke karyawan dalam jangka waktu satu tahun pajak. Toh, kedua sanksi itu rupanya tidak membuat pengusaha takut. sumber : kontan online

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: