Beranda > Berita Pajak > Ditjen Pajak Bisa Kembali Sidik Kasus Pajak KPC

Ditjen Pajak Bisa Kembali Sidik Kasus Pajak KPC

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih mempunyai peluang untuk terus mengusut dugaan pelanggaran pajak yang dilakukan PT Kaltim Prima Coal (KPC) senilai Rp1,5 triliun.
Menurut Hatta Ali, juru bicara Mahkamah Agung (MA) putusan MA yang menolak pengajuan peninjauan kembali (PK) oleh Ditjen Pajak hanya sebatas mengadili soal prosedur penyidikan pelanggran pajak yang dilakukan KPC. “Masih ada kesempatan untuk mengembangkan masalah ini sesuai dengan prosedur. Mengadili belum masuk pada pokok perkara,” katanyaSenin (31/5).

Dalam pertimbangan MA, penyidikan Ditjen Pajak mengalami cacat yuridis. Pasalnya Ditjen Pajak terlebih dulu mengeluarkan SK Pemeriksaan Bukti Permulaan. Baru kemudian menerbitkan SK Laporan Pemeriksan Pajak Sumir (LPPS). “Dari sini saja sudah nampak bahwa telah terjadi kesalahan prosedur. Berkas yang diterima Majelis Hakim, SK Bukti Permulaan tertanggal 4 Maret 2009. Sedangkan SK LPPS tertanggal 5 Maret 2009,” ucapnya.

Karena itu MA sengaja mengeluarkan putusan PK lebih cepat. Tujuannya agar Ditjen Pajak segera dapat mengoreksi prosedur penyidikan sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.
Anggota Majelis Hakim PK, Imam Soebechi, menyatakan bahwa Ditjen Pajak dapat mengulang kembali proses penegakan hukum atas PT KPC. Syaratnya, mereka harus menghentikan dahulu proses yang selama ini berjalan. “Saya mendukung jika ada penanganan kembali, tapi harus diperbaiki sesuai prosedur,” tuturnya. sumber : kontan online

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: