Beranda > Berita Pajak > Incar Pajak UMKM

Incar Pajak UMKM

Guna meningkatkan penerimaan negara dari PPh Perorangan, Direktorat Jenderal Pajak dapat melakukan pengecekan data pihak ketiga dan penyisiran untuk menjaring masyarakat berpenghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Pengamat perpajakan Darussalam mengatakan, untuk menjaring pajak dari golongan UMKM, Ditjen pajak bisa mendapatkan data dari pihak ketiga ataupun penyisiran langsung oleh aparat pajak.

“Pengusaha-pengusaha ini kan bertransaksi dengan wajib pajak lain, transaksi ini bisa dicek jadi dapat data masukan. Selain itu, penyisiran. Upaya ini nggak ada yang susah, apalagi untuk usaha yang bersifat fisik,” ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/12/2010).

Ia mengakui, saat ini PTKP belum mencerminkan realitas sebenarnya. Seharusnya, perlu diperhitungkan untuk kebutuhan pribadi yang terus meningkat.

“Kalau di Indonesia, penghasilan tidak kena pajak tidak mencerminkan realitas sebenarnya. Perlu memperhitungkan biaya sekolah anak,” ujarnya

Darussalam menilai upaya Ditjen Pajak guna meningkatkan PPh perorangan dengan memberdayakan kemampuan golongan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) merupakan langkah yang baik. Hanya saja, bagaimana kebijakan ini tidak merugikan pengusaha kecil ini, perlunya pembukuan yang baik oleh si pengusaha sehingga segala kebutuhan rumah tangganya bisa dimasukkan PTKP.

“Di atas PTKP, wajib membayar pajak, tanpa memandang dari golongan mana. Biaya orang pribadi dapat dikurangkan. Orang pribadi boleh melakukan pembukuan, kalau bisa dengan rapi sehingga bisa dikurangkan sebagai PTKP,” jelasnya.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan meningkatkan penerimaan pajak perorangan dengan mulai berdayakan pengusaha UKM. Penerimaan pajak perorangan saat ini dinilai masih sangat rendah.

Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo menyatakan pihaknya mengupayakan untuk menggenjot sektor pajak dari pajak perorangan karena saat ini kondisinya berbanding terbalik dengan penerimaan di negara-negara lain yang justru ditopang dari pajak perorangan.

sumber : detik finance

Kategori:Berita Pajak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: