Beranda > Berita Pajak > Sektor Pajak Bea Cukai dan BUMN : Pengawasan Harus Ketat

Sektor Pajak Bea Cukai dan BUMN : Pengawasan Harus Ketat

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meminta para penegak hukum memberikan perhatian yang besar terhadap lembaga-lembaga pengelola aset dan keuangan negara yang besar nilainya. Di antaranya pada lingkungan pajak, bea cukai, dan BUMN.

“Karena dia punya dividen, dia punya pajak yang sangat penting untuk memperkuat penerimaan negara. Dan terhadap lembaga atau siapa pun yang menjadi kontributor utama dalam penerimaan negara, berikan atensi yang lebih,” kata Presiden dalam sambutannya pada Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.

Kepala Negara juga meminta lembaga penegak hukum untuk mengawasi secara ketat pada sisi pembelanjaan lembaga negara yang memiliki anggaran besar. Selain itu, perhatian juga harus ditujukan pada penyimpangan dalam pelayanan publik.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya, pinta Presiden, pembersihan pada lingkungan penegak hukum dari korupsi. “Bayangkan kalau kita sudah menghunus pedang melawan korupsi, tiba-tiba para penegak hukum sendiri juga terlibat dalam kejahatan itu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden mengatakan hingga saat ini di Indonesia masih banyak praktik penggelembungan anggaran (mark-up). “Berapa banyak uang negara yang hilang dalam mark-up. Ditinggikan harganya, padahal tidak segitu, masuk kantong atau bagi-bagi,” ujarnya.

Terkait dengan pemberantasan korupsi, Presiden mengaku telah mengeluarkan izin bagi 155 pejabat negara untuk diproses KPK. “Ini jumlah tertinggi dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Mohammad Jasin mengatakan mayoritas korupsi di pusat dan daerah adalah dalam pengadaan barang dan jasa. Penyimpangannya mencapai 30%-40%. Apabila pengadaan barang dan jasanya senilai Rp400 triliun, penyimpangannya sekitar Rp100 triliun.

sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/02/185412/265/114/Awasi-Ketat-Sektor-Pajak-Bea-Cukai-dan-BUMN

Kategori:Berita Pajak Tag:, ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: