Beranda > Berita Pajak > Penggelapan

Penggelapan

Ditjen Pajak menemukan potensi kerugian negara sebanyak Rp 1,18 triliun gara-gara upaya penggelapan pajak. Kasus penggelapan pajak itu mencakup sebanyak 53 kasus.

Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Penyidikan Ditjen Pajak Muhammad Kifni dalam diskusi pajak yang diselenggarakan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jum’at (20/5/2011).

“Dari 53 kasus tersebut, hanya 16 kasus saja yang sudah dilakukan vonis bersalah pada pengadilan dengan total kerugian negara sebanyak Rp 424 miliar,” terangnya.

Dikatakan olehnya, modus penggelapan pajak tersebut dilakukan melalui adanya faktur pajak yang bermasalah. Sehingga muncul penggelembungan biaya dengan penggunaan faktur pajak fiktif yang tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya.

Kemudian, berdasarkan catatan dari tahun 2010 hingga April 2011 saja telah ada beberapa kasus terkait dengan potensi kerugian terhadap negara mencapai Rp 105,9 miliar.

“Yang tahun 2011 ada beberapa kasus outstanding. Outstanding P19 mencapai Rp 65 miliar, untuk kasus yang P21 sudah mencapa Rp 6,5 miliar. Yang sudah vonis ada 7 dengan kerugian bagi negara sebanyak Rp 34,4 miliar,” jelas Kifni. sumber : detik.com

Kategori:Berita Pajak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: