Beranda > Berita Pajak > Bangun Pabrik Baru, Nestle Dapat Insentif Tax Allowance – Konsultan Pajak

Bangun Pabrik Baru, Nestle Dapat Insentif Tax Allowance – Konsultan Pajak

Investasi PT Nestle Indonesia di wilayah industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat mendapatkan insentif keringanan pajak PPh (tax allowance) dari pemerintah. Alasannya karena pabrik tersebut merupakan industri yang bersifat strategis.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian, MS Hidayat ketika meresmikan peletakan pembangunan pabrik baru Nestle yang keempat tersebut di Indonesia, Karawang, Jawa Barat, Senin (12/9/2011).

“Pemerintah memberi tax incentive melalui PP 62. Jadi PPh Mereka diberi perhitungan khusus 30%, dan kita berikan mereka PPN bagi impor untuk kebutuhan mesin,” ungkap Hidayat.

Hidayat menjelaskan melalui pembangunan pabrik ini maka akan ada keberlanjutan investasi. Sehingga kedepannya produk susu olahan Indonesia dapat menjadi basis produksi di Asia Tenggara.

“Pemerintah menyikapi ini dengan positif, karena ini bersifat value industry, jadi nilai tambahnya banyak dan akan banyak menyerap subsektor industri lain, dan akan ada kolaborasi dengan petani susu perah petani susu perah bisa menjadi klien di sini. Maka itu ada pemanfaatan berganda bagi masyarakat. Pemerintah beri insentif di situ,” tutur Hidayat.

Dikatakannya bahwa konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah dengan angka rata-rata 11,09 liter per tahun setara susu segar. Hal tersebut masih sangat jauh di bawah konsumsi negara-negara ASEAN lainnya yang telah mencapai lebih dari 20 liter perkapita pertahun setara susu segar.

Untuk mengatasi kondisi ini Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan susu sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden 28 tahun 2008 tentang kebijakan Industri Nasional.

Seperti diketahui, saat ini telah dimulai pembangunan pabrik olahan susu PT Nestle Indonesia di wilayah Karawang, Jawa Barat senilai US$ 200 juta. Pabrik tersebut direncanakan mulai berproduksi pada triwulan pertama 2013 dengan total kapasitas 65 ribu ton pertahun. Pabrik ini rencananya akan memproduksi produk susu olahan Nestle berupa bubur bati Cerelac, susu coklat Milo, dan susu bubuk Dancow.

Ketentuan tax allowance ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.62/2008 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) untuk Kegiatan Penanaman Modal di Sektor usaha Tertentu dan Wilayah Tertentu. PP No.62 Tahun 2008 merupakan perbaikan dari regulasi sebelumnya yaitu PP No.1 Tahun 2007.

Fasilitas PPh yang diberikan adalah pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah investasi yang dibebankan selama 6 tahun (masing-masing sebesar 5% per tahun), penyusutan dan amortisasi yang dipercepat, pengenaan PPh atas dividen yang dibayarkan kepada subjek pajak luar negeri sebesar 10%, dan kompensasi kerugian yang lebih lama dari 5 tahun tetapi tidak lebih dari 10 tahun. sumber : detik.com

Kategori:Berita Pajak
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: